1. Bersihkan daftar kontak sebelum kirim
Sebelum membuat campaign, pastikan:
- Nomor memiliki format yang konsisten.
- Kontak memang relevan dengan isi pesan.
- Duplikat dihapus atau dicegah.
- Kontak yang meminta berhenti tidak dimasukkan kembali.
- Daftar dipisahkan menggunakan tag bila segmennya berbeda.
2. Gunakan pesan yang jelas dan mudah dikenali
Sebutkan identitas bisnis dan alasan penerima mendapatkan pesan. Hindari teks manipulatif, link yang tidak jelas, atau pesan berulang yang tidak memberikan nilai. Semakin tinggi keluhan penerima, semakin besar risiko terhadap akun pengirim.
3. Atur delay dan pantau proses
Kirimore menyediakan alur broadcast dengan jeda antar kontak. Delay membuat proses lebih terkontrol, tetapi bukan jaminan akun bebas pembatasan. Reputasi nomor, relevansi pesan, volume, pola penggunaan, dan respons penerima tetap berpengaruh.
Mulailah dari segmen kecil, lihat respons, lalu lanjutkan. Gunakan tombol stop broadcast ketika campaign perlu dihentikan.
4. Gunakan segmentasi, bukan satu pesan untuk semua
Contoh segmentasi sederhana:
- Pelanggan aktif.
- Lead yang sudah pernah menghubungi bisnis.
- Pelanggan yang memiliki order tertentu.
- Komunitas atau grup layanan yang memang meminta update.
- Pengguna yang memilih menerima pengingat.
5. Broadcast bukan pengganti izin komunikasi
Gunakan broadcast untuk penerima yang relevan dan memiliki konteks hubungan dengan bisnis Anda. Hindari membeli database nomor atau mengirim pesan massal tanpa persetujuan. Selain mengurangi kualitas campaign, pola tersebut meningkatkan risiko laporan spam.
Praktikkan dengan Kirimore
Hubungkan device, gunakan fitur yang sesuai workflow Anda, dan uji integrasi dari lingkungan internal sebelum digunakan ke pelanggan.
Lihat fitur Broadcast Kirimore